Dalam sebuah meja rapat, semua berpikir keras. tak ada dari mereka yang membuat gerakan tiba2, gerakan - gerakan mereka sangat perlahan, merumuskan kata - kata dalam kepala mereka. dalam saat yang bersamaan, mereka membuka mulutnya, menganga sejenak, namun mereka kembali menutup mulutnya, ketika melihat yang lain melakukan hal yang sama.
Seseorang yang duduk paling pojok kanan, mengacungkan tangannya tinggi, berharap dapat di lihat oleh yang lainnya. tapi ternyata, mereka semua melakukan hal yang sama. Perlahan mereka menurunkan tangan mereka, menyilangkan kembali di dada, setelah itu, kembali diam, tak bersuara
Keringat dingin mengucur di dahi mereka, tak satupun kata sempurna muncul dalam pikiran mereka. Detik jam terdengar lebih keras dari sebelum-nya, ketukan jari terdengar, bersamaan, membentuk tempo dalam pikiran, tuk membantu menyusun kata kata dalam pikiran mereka. namun tetap,tak satupun kata sempurna muncul dalam pikiran mereka
Apakah juga mungkin, mereka mereka memikirkan . . .
hal yang sama
kata yang sama
bahkan Frase yang sama . . .
Waktu terlalu cepat berlalu, dan masih belum terucap apapun. Dalam 10 menit waktu-waktu terakhir, mereka hanya dapat saling memandang satu sama lain. 5 menit waktu-waktu terakhir, mulut mereka masih terkunci oleh kata-kata yang tak sempurna dalam pikiran mereka. beberapa detik lagi . . . . mereka hanya bisa menghela nafas, bersamaan
di iringi ketukan akhir moderator rapat, mereka beranjak dari tempat duduk nya, pergi ke arah kantin dan melupakan kata-kata yang tak sempurna dalam kepala mereka, kembali dalam hidup nya masing2. lalu dalam saat yang sama, melakukan rapat yang sama, dengan hasil yang sama
Sebuah Ironi Kemonotonan
