Monday, December 28, 2009

Ironi kemonotonan

Dalam sebuah meja rapat, semua berpikir keras. tak ada dari mereka yang membuat gerakan tiba2, gerakan - gerakan mereka sangat perlahan, merumuskan kata - kata dalam kepala mereka. dalam saat yang bersamaan, mereka membuka mulutnya, menganga sejenak, namun mereka kembali menutup mulutnya, ketika melihat yang lain melakukan hal yang sama.



Seseorang yang duduk paling pojok kanan, mengacungkan tangannya tinggi, berharap dapat di lihat oleh yang lainnya. tapi ternyata, mereka semua melakukan hal yang sama. Perlahan mereka menurunkan tangan mereka, menyilangkan kembali di dada, setelah itu, kembali diam, tak bersuara

Keringat dingin mengucur di dahi mereka, tak satupun kata sempurna muncul dalam pikiran mereka. Detik jam terdengar lebih keras dari sebelum-nya, ketukan jari terdengar, bersamaan, membentuk tempo dalam pikiran, tuk membantu menyusun kata kata dalam pikiran mereka. namun tetap,tak satupun kata sempurna muncul dalam pikiran mereka

Apakah juga mungkin, mereka mereka memikirkan . . .
hal yang sama
kata yang sama
bahkan Frase yang sama . . .
Waktu terlalu cepat berlalu, dan masih belum terucap apapun. Dalam 10 menit waktu-waktu terakhir, mereka hanya dapat saling memandang satu sama lain. 5 menit waktu-waktu terakhir, mulut mereka masih terkunci oleh kata-kata yang tak sempurna dalam pikiran mereka. beberapa detik lagi . . . . mereka hanya bisa menghela nafas, bersamaan

di iringi ketukan akhir moderator rapat, mereka beranjak dari tempat duduk nya, pergi ke arah kantin dan melupakan kata-kata yang tak sempurna dalam kepala mereka, kembali dalam hidup nya masing2. lalu dalam saat yang sama, melakukan rapat yang sama, dengan hasil yang sama

Sebuah Ironi Kemonotonan

Thursday, December 24, 2009

G.I.L.A-----L.U !!!

'gas, Bagas!'
'apa Yo, gw ga tuli, pelan2 aja napa..'
'lu bisa bedain, antara gila dan eling'
'eling..., maksud lu, Sadar?'
'ya iya lah Gas! idup berapa taun lu sampe ga tahu kata ''Eling''?'
'lha!? bukannya jelas Yo? Eling tu ya kalo kita masi bisa mikir, bisa bedain mana bener mana salah'
'nah gas, kalo gila?'
'elu tu gila!'
'yeeh, serius gua Gas!'

'Gila tu menurut gw, lu dah ga bisa mikir, smua yang salah buat lu tu bener, semua yang bener buat lu tu makin bener, puas ama jawaban gw?'
'ya ya, puas2 gas'
'ngapain sih lu pake nanya2 giu ke gw?
'gua, waras apa gila gas?'
'nanya pertanyaan gini aja da buktiin lu gila Yo!'
'gw gila ya gas?'
'iya! gila banget Yo, Gilak!'
'gapapa de gw gila, selama semuanya menurut gw benar'
'maksud lu yo??'
'gw tau kalo gw terlalu terobsesi ama sesuatu yang gw suka tu salah, tapi gw buat2 supaya bener, gw tau kalo gw harus bisa berjuang dan menurut gw itu memang sangatlah bener, memperjuangkan apa yang lu inginkan, dan menurut gw, gila ga selamanya harus sakit otaknya, atau pemikirannya, karena menurut gw, gila, gila bisa juga masalah hati gas...'
'heh? coba ulang Yo'
'nah kalo lu bener2 gila segila2 nya dalam arti dan kharfiah yang sebener2nya Gas, gituan aja mintaa di ulang, cupu lu!'
'halah, tahi lu Yo!'

Monday, December 21, 2009

hanya saja kau tak di sini

Malam itu, jalanan di baluti oleh putihnya salju
langit masih hitam, masih gelap,
tanpa rembulan yang biasa menemani sang malam

berlin masih lebih dingin dari sebuah lemari es
sendiri ku iringi langkahku menuju tempat yang lebih hangat
rumahku . . .

jalan yang kutempuh agak sedikit memakan waktu
7 menit . . . tanpa teman, sebuah perjalanan yang bisu
perempatan pertama dari 2 perempatan yang ada telah ku lalui
ku berhenti sejenak tuk melihat ujung dari kedua perpotongan jalan itu
terasa jauh, menghilang dalam gelapnya malam,
di atas karpet putih yang membentang


pada sebuah lampu jalan ku berhenti
menengadah ke atas, ke arah lampu itu
salju yang turun di sekitar lampu seolah seperti kunang2 yang menari,
mengelilingi lampu jalan, indah dan berpola.


sepanjang jalan hanya terlihat mobil terparkir,
hamparan jalan putih, dan selebihnya, nihil
aku sendiri kini,
di sini..

kembali ku ayunkan langkah ku menuju tempat hangat itu
masih setengah perjalanan
andai kau berada di sisiku,
akan kurangkaikan kata tepat di bawah lampu itu
andai kau berada di sisiku,
akan ku pastikan kau hangat, nyaman
momen ini sungguh sayang untuk terlewatkan bersamamu
ingin ku rubah suasana sunyi ini, dengan senyumu
ingin ku rubah dingin ini, dengan hangatnya tawa mu
ingin ku utarakan isi hatiku ketika melihat keagungan tuhan malam ini,
padamu

hanya saja, kau tak di sini

Sunday, December 20, 2009

Rindu dalam winter



Berlin, Desember 2009



Di langit, salju yang seperti cabikan kapas berputar-putar
Mengaburkan segalanya
Berlin terlihat seperti lukisan di atas kanvas, yang catnya belum kering, dan berleleran
Lambat laun, menjadi sebuah gambar abstrak . . .
Dalam sunyi, dingin begitu terasa
Kini semua rasa rindu terkuak
Akan keluargaku di tanah tropis di sana





I miss u

"INDONESIA"

Monday, December 14, 2009

tak ingin kehilangan lagi

2 hari yang lalu, seorang teman lama telah pergi ke alam sana
meniggalkan ku dan teman2 nya, tuk selamanya
2 hari sebelu kepergian nya, ia sempat meng-add FB ku
namun tak sempat ku beri ia sebuah kata pun
2 hari terlalu cepat berlalu, di tengah dingin nya berlin
hp ku bergetar, dengan berita kepergiannya
hatiu menjerit, hatiku sakit, hatiku kecewa
aku hanya bisa menatap sms itu dan mendoakannya tanpa bisa bercakap dengannya
sudah lama jarak memisahkan persahabatan kita
namun kini nampaknya tuk selamanya

aku pernah, memutuskan 2 orang dari hidupku untuk pergi selamanya
terhapus dalam memori yang tak ingin ku buka kembali
namun ku pikir salah
tak ada yang indah tuk pergi selamanya
aku ingin mereka kembali dan memaafkan ku

La
begitu aku memanggilnya
nama aslinya mungkin akan beberapa kali lebih panjang dari itu^^
lebih dari enam tahun kamu ada dalam hidupku
dan hanya 2,5 tahun kita bisa bersama
dulu, kamu segalanya bagiku
itu ketika aku jatuh cinta padamu
dan ketika jarak memisahkan kita, 2005
kamu masih segalanya bagiku
namun ku belajar untuk tak bergantung padamu
dan aku bisa
namun kamu selalu mengisi hatiku
di saat ku gelisah. senang
aku tak bermaksud tuk memilikimu
namun cuma kamu yang ada di hatiku
aku bukan bermaksud membuatmu suka padaku
aku cuma ingin kamu senang
karena aku pernah bilang
yang terbaik buatmu adalah yang terbaik buatku
tapi aku ga pernah bilang kalo kamu hilang dariku itu yang terbaik
februari 2009, kamu minta aku pergi dari hidupmu
sebagai seorang teman, mungkin sahabat, aku merasa sakit
kecewa, di khianati
apa arti 6 tahun ini bila kamu minta aku pergi begitu saja?
selama hampir 9 bulan aku berada di berlin
dan tetap, aku berpikir akanmu
aku ingin berbicara lagi padammu, sebagai seorang sahabat
aku ingin melihatmu lagi, sebagai seorang teman
aku ingin mendengar ceritamu lagi, sebagai orang yang pernah berbagi cerita
aku tahu, aku beban buat kamu
aku pernah buat kamu nangis
aku pernah buat kamu sakit hati
aku pernah kecewain kammu
tapi selama ini, aku ingin menganggap kamu sebagai teman
teman dan hanya teman
yang bisa di ajak berbicara, berbagi cerita
La, maafkan aku
maafin aku
haruskah aku meminjam hp seribu teman dan mengirim sms padamu seperti dahulu
aku ingin kamu kembali La
maafin aku
i want you back to my life

ketika aku melihatmu


ada satu waktu, ketika detik jam berhenti
ketika bandul setengah mengayun
tawa seseorang tertahan menganga
air hujan menggantung di udara
angin tak bertiup
detik jam terhenti
dan itu hanya pada saat ku melihat mu
seolah waktu terhenti
hanya ada dirimu di depanku
sepanjang waktu itu terhenti
dan semakin lama semua kan memudar
kecuali kamu
hanya ada kamu
dan ku ingin terus begitu
memandangmu

Tuesday, November 24, 2009

schizophrenia bertingkat


bayangkan, bila semua orang di dunia ini sebenarnya adalah penderita schizophrenia mereka berhalusinasi, pikirannya terganggu, tak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang ilusi dan bayangkan bila semua orang memiliki halusinasi yang berbeda mereka menciptakan sebuah dunia mereka sendiri, di mana mereka hidup di dalamnya, menjadi karakter mereka sendiri

seorang gadis berumur 15 tahun duduk di pojok kamarnya, penderita schizophrenia juga tentunya ia mempunyai dunianya sendiri, di dalamnya, ia hidup sebagai wanita karir yang sukses, cantik, memukau, single. para pria takluk di bawah kakinya, karena kecantikannya. dan ia memiliki segalanya, dalam ilusinya


seorang kakek berdiri di depan jendela rumah nya, sambil memainkan ilusinya. dalam dunianya ia masih muda, aktif, dan periang. ia menjalani sebuah kisah cinta, mengejar kasihnya yang pergi ke belahan dunia lain. ia bekerja siang dan malam, hanya untuk bisa bertemu kekasihnya, untuk mengucapkan kata yang dari dulu belum ia katakan, untuk menikahinya. ia akan melakukan segalanya, untuk kekasihnya, selama ia masih bisa aktif bergerak, bekerja, selama ia berhalusinasi

seorang janda yang tertidur di atas ranjangnya membuat sebuah dunia yang berjalan beberapa tahun lebih lambat dari dunia asli. dalam dunianya ia kembali beberapa tahun ke belakang. di mana suaminya terbaring sakit di atas ranjang rumah sakit, mendekati ajal. yang ingin ia lakukan dalam dunianya hanyalah menjaga suaminya agar terus terjaga dan terus bersamanya, membuat detik - detik terakhir bersama suaminya, bermakna, selama suaminya masih menghirup nafas, dalam ilusinya

dan byangkan dalam waktu tertentu mereka akan terbangun dalam ilusinya, dan menjalankan rutinitasnya kembali sang gadis bangun dari duduknya, mengambil buku pelajaran dari tasnya, lalu mengulang pelajaran yang telah ia pelajari di sekolah, dan ia berjanji pada dirinya sendiri tuk menjadi apa yang ada dalam halusinasinya

sang kakek berjalan ke depan perapian dan duduk di atas kursi goyang nya, ia menyesal, ia tak lagi dapat beraktifitas lebih seperti dalam mimpinya,
sang janda membuka matanya di atas ranjangnya dan menangis, ia hanya mampu mengingat wajah suaminya dalam halusinasinya dan dalam waktu yang tertentu juga,

bersamaan, mereka kembali kepada dunia mereka masing2, halusinasi mereka, dunia buatan mereka, sekarang bayangkan, ketika sebenarnya, dunia asli yang selama ini mereka kira, asli, justru adalah sebuah halusinasi lainnya yang di buat oleh orang lain, yang lain, yang hidup sebagai mereka, dalam dunia itu.

dan bayangkan bila, orang2 lain, yang lain itu juga, sebenarnya hanya berhalusinasi. dan semua jenis dunia yang ada, asli atau hanya halusinasi, hanya akan membawa semua kepada penjelasan yang tak berujung, hanya halusinasi. tapi dalam semua penderita schizophrenia itu, yang memiliki halusinasi bertingkat, mempunyai satu dunia asli, dunia yang dimana sang tokoh benar2 mengalami schizophrenia, bukan khayalan, bukan halusinasi, namun merekalah, yang berhalusinasi dalam dunia tersebut.

bagaimana mereka membuktikan bahwa dunia nya nyata? bagaimana mereka membuktikan bahwa apa yang mereka raba tidaklah abstrak, bagaimana mereka membuktikan bahwa rasa rasa yang mereka alami, sedih, bahagia, cinta itu ada.........

Monday, November 23, 2009

wc, pw place

Wc
tempat orang buang air kecil dan air besar
tempat orang ngelamun, abis kalo lagi BAB cuma bisa ngliat ke depan doang
tapi buatku
Wc tempat kita ga boleh ngebuang waktu kita
kalo BAB di wc, aku bawa laptopku, mumpung internetnya W-lan :D
kalo dulu, komik jadi bahan wajib buat di bawa ke WC
nah kalo lagi ulangan, buku pelajaran yang di bawa ke Wc
seperti guru fisika ku bilang, walau kita di Wc, kita harus terus latihan soal
5 menit di wc dengan mengerjakan soal lebih baik daripada melamun, katanya
well
mencari tempat yang aga tenang dan melakukan dual hal:


Wc lah tempatnya ^^

Sunday, November 22, 2009

ingin sesuatu yang beda



duh, kadang suka ngiri kalo liat orang bahagia
kadang, suka iri, bisa liat orang lain senyum bareng temen2 nya
kadang, aku ingin berada di antara mereka
aku dan teman temanku beda dengan mereka
tapi yang jelas, mungkin hanya aku yang beda dengan mereka
fuuh, dulu dan sekarang aku selalu mencoba untuk 'riang'
tapi, teman2 ku berlawanan dengan apa yang ku lakukan
cih, membosankan juga kalau aku yang terlihat aneh
bosan juga, kalo ternyaata... aku sendiri
FB, show what people do....

well..... malam ini aku ingin tidur lebih awal dari biasanya
1 jam 30 menit lebih awal, 10.30 pm
mudah2an bisa stay lebih lama di pelajaran esok hari
ga tidur di kelas lagi -_-'
mudah2an bisa sukses
mudah2an, bisa nemu di mana seharusnya aku berada
somewhere i belong. . .

missheard


ternyata apa yang ku mengerti dari kingkong slah, justru kebalikannya
hhh seperti yang ku kira, suka, ngga semudah itu
aku bertanya lagi kepada kingkong lebih lanjut
hahahhahaha
what a foolish man i am
well...........

aku harus bergerak dan berpikir lebih realistik dari sekarang
FSP udah deket
mungkin...... untuk minggu ini DOTA dan game game lainnya bakal di masukin ke portable dlu
setidaknya aku sudah menddeklarasikan
mudah2an terlaksana
I'll try to be better than now, passing the FSP exam and also to make her 'mine'

hhh i'm a man in agony without her


well, tat's it for now, wish me luck then!


Friday, November 20, 2009

huff

matahari telah terbit meninggi
seharusnya pagi ini ku bernangkat lebih awal bersama kameraku
dan melakukan apa yang seharusnya ku lakukan kemarin
pergi ke internet cafe, print 4 lembar naskah buletin yang nantinya akan ku copy sebanyak 70 kali
hmmm seharusnya jam 9 tadi

namun temanku masih terbaring, akhirnya kuputuskan tuk me-dota sebentar
namun, 1,5 jam telah berlalu... hingga aku tersadar dan memulai tuk menulis ini, 10.45
huff...
well mungkin 15 mnt lagi aku akan pergi, atau 30 menit lagi
sial, kebiasaan ini terus berlanjut
aku harus menjadi lebih baik.....
i wish i have someone to remind me....

apa yang ia coba katakan?

aku tahu kingkong berusaha menjelaskan sesuatu kamis itu
aku tak dapat memastikan, namun aku tahu apa yang ia coba katakan
'kong, lu masih utang penjelasan ama gua!'
'heh penjelasan apa si, tanya aja langsung'
'cih, die you fool!'
'ahhahaha, i lap you pool!' seperti gaya almarhum mbah surip
'pokonya lu utang ama gw!'

'lah itu jawabannya'
aku cukup sadar untuk mengerti apa yang ia coba katakan padaku
'ya itu jawabannya!'
aku cukup faham situasi saat itu, namun aku tak ingin mengakuinya, tak ingin terlihat senang tepatnya
'apa si? ga jelas lu kong! pkonya lu tetep utang penjelasan ama gw!'
aku masih berlaga bodoh
tapi aku tak bisa mengambil kesimpulan bahwa itu kenyataan yang di ketahui oleh kingkong
karena apa yang terjadi sama sekali tak mengarah kepada jawabannya
aku tak mengerti
apakah justru aku yang salah mengerti apa yang di maksud oleh kingkong?
aku tak ingin berpikir lebih panjang, aku tak ingin bingung
walau aku pesimis bahwa aku salah dengar
setidaknya itu yang dapat kulakukan tuk menenangkan diriku sendiri

hmm

trying to make my life time recorded.
trying to make my life time readable.
trying to make my life easy to remember.
try to tell everyone, who i am.
that's why, i make this Blog.

Jangan lupa tinggalkan kommentar ;D

My photo
Ketika renungan berkolaborasi dengan kata...