bayangkan, bila semua orang di dunia ini sebenarnya adalah penderita schizophrenia mereka berhalusinasi, pikirannya terganggu, tak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang ilusi dan bayangkan bila semua orang memiliki halusinasi yang berbeda mereka menciptakan sebuah dunia mereka sendiri, di mana mereka hidup di dalamnya, menjadi karakter mereka sendiri
seorang gadis berumur 15 tahun duduk di pojok kamarnya, penderita schizophrenia juga tentunya ia mempunyai dunianya sendiri, di dalamnya, ia hidup sebagai wanita karir yang sukses, cantik, memukau, single. para pria takluk di bawah kakinya, karena kecantikannya. dan ia memiliki segalanya, dalam ilusinya
seorang kakek berdiri di depan jendela rumah nya, sambil memainkan ilusinya. dalam dunianya ia masih muda, aktif, dan periang. ia menjalani sebuah kisah cinta, mengejar kasihnya yang pergi ke belahan dunia lain. ia bekerja siang dan malam, hanya untuk bisa bertemu kekasihnya, untuk mengucapkan kata yang dari dulu belum ia katakan, untuk menikahinya. ia akan melakukan segalanya, untuk kekasihnya, selama ia masih bisa aktif bergerak, bekerja, selama ia berhalusinasi
seorang janda yang tertidur di atas ranjangnya membuat sebuah dunia yang berjalan beberapa tahun lebih lambat dari dunia asli. dalam dunianya ia kembali beberapa tahun ke belakang. di mana suaminya terbaring sakit di atas ranjang rumah sakit, mendekati ajal. yang ingin ia lakukan dalam dunianya hanyalah menjaga suaminya agar terus terjaga dan terus bersamanya, membuat detik - detik terakhir bersama suaminya, bermakna, selama suaminya masih menghirup nafas, dalam ilusinya
dan byangkan dalam waktu tertentu mereka akan terbangun dalam ilusinya, dan menjalankan rutinitasnya kembali sang gadis bangun dari duduknya, mengambil buku pelajaran dari tasnya, lalu mengulang pelajaran yang telah ia pelajari di sekolah, dan ia berjanji pada dirinya sendiri tuk menjadi apa yang ada dalam halusinasinya
sang kakek berjalan ke depan perapian dan duduk di atas kursi goyang nya, ia menyesal, ia tak lagi dapat beraktifitas lebih seperti dalam mimpinya,
sang janda membuka matanya di atas ranjangnya dan menangis, ia hanya mampu mengingat wajah suaminya dalam halusinasinya dan dalam waktu yang tertentu juga,
bersamaan, mereka kembali kepada dunia mereka masing2, halusinasi mereka, dunia buatan mereka, sekarang bayangkan, ketika sebenarnya, dunia asli yang selama ini mereka kira, asli, justru adalah sebuah halusinasi lainnya yang di buat oleh orang lain, yang lain, yang hidup sebagai mereka, dalam dunia itu.
dan bayangkan bila, orang2 lain, yang lain itu juga, sebenarnya hanya berhalusinasi. dan semua jenis dunia yang ada, asli atau hanya halusinasi, hanya akan membawa semua kepada penjelasan yang tak berujung, hanya halusinasi. tapi dalam semua penderita schizophrenia itu, yang memiliki halusinasi bertingkat, mempunyai satu dunia asli, dunia yang dimana sang tokoh benar2 mengalami schizophrenia, bukan khayalan, bukan halusinasi, namun merekalah, yang berhalusinasi dalam dunia tersebut.
bagaimana mereka membuktikan bahwa dunia nya nyata? bagaimana mereka membuktikan bahwa apa yang mereka raba tidaklah abstrak, bagaimana mereka membuktikan bahwa rasa rasa yang mereka alami, sedih, bahagia, cinta itu ada.........
