ia, sang pengembara
ia pengembara yang telah berjalan sangat jauh
ia pengembara yang telah bertemu banyak hal
ia pengembara yang saat itu, melintasi sebuah bunga yang indah
ia bergumam . . .
akankah bunga itu dapat mengisi hatinya, bila ia hanya memperhatikannya dan menantinya?
akankah sang bunga bergerak mengikuti dirinya berjalan bila tertiup angin?
seolah, bunga itu meberikannyaa kehangatan, bukan secara arti sebenarnya, tapi sang bunga sungguh benar2 menentramkan hatinya
di bawah rembulan mungkin bunga itu menutup dirinya, tanpa getar, dari dingin nya malam di padang rumput itu
dalam lamunannya ia bertanya, akankah sang bunga muncul kembali nantinya di pagi hari?
ingin sekali sang pengembara mengambil bunga itu, agar sang bunga kan ada selalu untuknya
dan sang pengembara bergumam
siapakah aku, siapalah aku untukmu, yang selancang itu ingin mengambilmu
sang pengembara hanya dapat memperhatikan sang bunga sejenak
membuat waktu berdetak selambat mungkin
karena saat itu sang pengembara hanya melewatinya
melihatnya
memperhatikannya
sekuntum bunga, di padang rumput
