aku ingin melihatmu lebih dekat
mungkin aku melihatmu sangat dekat
tapi aku hanya terdiam kini
suaraku tertahan, membisu
antara aku dan kamu, sebuah dinding yang tak terlihat
sesungguhnya aku mempehatikanmu dari sini, dari jarak yang tipis ini
mungkin bila ku berteriak sekarang, tembok itu akan rubuh
tapi, serpihan tembok kaca itu hanya akan melukaimu . . . .
sekarang, aku diam, meliahtmu
ku coba layangkan isyarat-isyarat bisuku padamu
dan kau menyahut nya
namun apakah kau mengerti?
dewi, coba buka matamu, lihat aku yang berdiri di sini
coba kau pahami isyaratku
aku tahu aku bagai pohon yang terlihat dungu, diam dan tak bersuara
maafkan aku yang tak bisa terbang bebas seperti elang disana
mungkin, isyaratku akan lebih baik dari suara buruku ini
tapi, apakah isyaratku dapat di lihat olehmu
apakah isyaratku cukup untukmu?
mungkinkah waktu kan biarkanku menggapai mu
apakah waktu sebaik itu?
apakah kau rasakan isyaratku, dewi
dari pohon di balik tembok kaca ini . . .

No comments:
Post a Comment