Wednesday, November 2, 2011

time, wich has been determined

i accept no one in my live
i need no help, need no simpaty, nor empaty
trust no one, should be my daily life
it doesnt matter if you dont care about me, coz i wont either
your live is to big for me to take care, or to think about, coz my live is already big to handle by my self
let it be me, only me, my self, just me


'To, anto! lu ko . . . sendirian mulu sih?'
rita mendadak muncul di belakang anto yang sedang merokok sendiri di bangku di belakang kampus nya
anto melirik ke arah Rita, berpaling lagi, lalu menghisap rokoknya dan tidak mengacuhkan Rita
'umm, To, kalau lu ga keberatan ada yang mau gw tanyain . . . '
Anto segera mematikan rokoknya, beranjak dari duduknya, menggandol tasnya dan meningalkan rita yang penuh tanda tanya

who are you dare enter my territorry?
its my world, and no place for you to be on it, no place for you to show your self
no place, no time, for you

di suatu hari, di kantin yang sepi, rita menghampiri anto yang sedang menikmati supnya
'hai To! boleh ya gw duduk di sini . . .'
anto diam, tidak mengacuhkan rita
'kok lu makan sup doang sih? kan banyak yang enak di sini? lu coba deh spaghetinya, sausnya enak banget'
anto mendadak mendecak keras, melirik sinis ke arah Rita. dan lagi, Anto meninggalkan rita, ia memutuskan untuk tidak menghabiskan makanannya, dan meninggalkan kantin kampus nya

i dont need you, just go, go away

Rita selalu berusaha berbicara dengan anto, si preman sekolah, si misterius penyendiri yang menyeramkan itu
berkali2 ia berusaha berbicara dengan anto, namun selalu dapat tanggapan negativ dari anto
tapi rita tak pernah kapok akan apa yang ia lakukan

'heh rita! ngapain sih?' saut salah satu temannya
'maksudnya. . . ngapain?'
'lu ngapain sih nyoba ngomong ama si anto? udah tahu kan hasilnya bakal kaya gitu? sia2 aja lu ta!'
'ummm tapi . . '
'tapi2, lu kenapa ga pernah belajar sih??'
'lu tau ga nel? dia keliatan kesepian, keliatan nya ada sesuatu yang harus membantu dia keluar dari ke diamannya itu, seolah ada sesuatu yang membuat dia ga bisa berkomuikasi sama kita'
'ah lu sama gilanya ama dia, jangan bilang nanti gua ga memperingatkan lu'
Rita tersenyum, ia hanya bisa tersenyum dan tertawa sedikit sambil memegang kepala bagian belakangnya menanggapi komentar pedas temannya itu
'permisi nel, aku harus pergi'
Rita pergi membelakangi Nella, tak aada yang tahu rahut wajah Rita saat itu, tak ada yang tahu isi Rita saat itu, tak ada yang tahu apa yang di pikirkan rita saat itu, dan yang semua bingung, mengapa anto?

....
....
....

Anto berjalan, menggandol tas nya di satu pundaknya, sambil menghisap rokok yang biasa ia hisap, rokok lintingan yang selalu berantakan, buatannya sendiri

tak sengaaja, di depan matanya ia melihat Rita, di ganggu oleh 3 pria, pria tak di kenal berpakaian preman. Rita terlihat sedang di palak, mungkin di minta oleh mereka hp nya, atau mungkin jam tangannya, atau juga uang nya.
tak seharusnya anto saat itu melakukan sesuatu terhadap mereka, tak seharusnya anto peduli terhadap Rita saat itu
jika saja, flashback akan apa yang telah di lakukan rita kepadanya tidak muncul di dalam kepalanya

Anto secara sepontan berlari ke arah mereka, ia bergegas mengambil posisi di depan rita, memanjangkan tangannya melindungi rita, para pria itu nampaknya mengenal anto, mengenalnya sebagai sosok yang di takuti, dan kejadian saat itu pun berhasil di hindarkan tanpa baku hantam antara Anto dan ketiga pria tersebut

Anto mengambil tasnya yang terjatuh, menyulut rokoknya yang tadi mati setengah batang, dan berusaha bergegas untuk pergi dari sana
tetapi, rita menahannya, dan mencoba berkata
Anto membetontak, berusaha menarik tasnya yang di tahan  oleh Rita
'To! gw mau bilang makasih!'
anto melirik tajam pada mata rita, mencoba mengisyaratkan ancaman bisunya, dan berusaha kembali menarik tasnya
tasnya terlepas dari genggaman rita, dan seketika ia beranjak pergi . . 
'to! dengerin gw dulu, setidaknya dengerin dlu gw!'
anto terdiam, dengan muka yang tetap berpaling dari rita

'gw sedih to, ngeliat lu yang selalu menyendiri, yang seolah berusaha untk lari dari kenyataan bahwa lu ga hidup sendiri. gw cuma pengen bilang ama lu, hidup tu indah to, ketika lu bisa saling berbagi kepada orang lain, ketika lu bisa menajdi orang yang peduli satu sama lain, ketika lu mau bersosialisasi dengan yang lain'

anto mengambil 2 langkah kecil dan lalu terhenti ketika ternyata rita masih berbicara

'gw cuma mau lu buat ngeliat semuanya dari prespektif yang berbeda, waktu tu sangat berharga to, lu harus bersyukur, lu ga tahu masa depan lu, lu masih bisa berkarya banyak untuk mewarnai masa depan lu nanti, jangan menajdi orang yang menyesal di hari nanti karena ternyata nanti waktu yang lu punya udah abis'

kali ini anto benar2 meninggalkan rita, meninggalkan nya sendiri di atas jalan, terduduk. saat itu rita tersenyum, ia merasa apa yang perlu ia lakukan telah sampai batas maksimalnya
ia merasa, kata2 yang ia ucapkan ialah ucapan yang memang ia harus katakan kepada anto, apa yang terakhir kali dapat ia lakukan, untuk anto, untuk kebaikan anto



why does people care? why does people always get in someone's way



sejak saat itu, hari2 Anto berjalan seperti biasa, sendiri, tanpa siapapun yang menganggunya, tanpa siapapun yang mau bersusah payah mengucapkan sepatah kata padanya, . . . tanpa Rita

terlalu lama waktu berlalu, terlalu lama Rita tak muncul, baik di sengaja untuk menghampiri anto atau hanya untuk terlihat lewat bersama temann2nya atau sekedar muncul di kampus. tak ada tanda2 darinya

anto berjalan, melempar puntung rokoknya yang tak bisa lagi di hisap olehnya
walau ia makhluk yang anti sosial, tapi ia bisa merasakan hawa di sekitarnya
hawa yang sedang berkabung, akan sesuatu, mereka sedih akan suatu hal yang Anto tak tahu, dan mungkin tak ingin anto untuk tahu

anto mengambil rokok lintingannya, menaruh di mulutnya. ia meraih korek api dari saku jaketnya. tetapi, sebelum ia berhasil menyulut rokoknya itu, rokok yang tadi ia apit di antara mulutnya itu jatuh ke atas tanah, tak sempat tersulut, tak sempat berasap, tak sempat terhisap. di depan anto, terpampang foto rita, beserta beberapa kata berkabung atas kematiannya, Rita telah meninggal dunia

gw sedih to, ngeliat lu yang selalu menyendiri
yang seolah berusaha untk lari dari kenyataan bahwa lu ga hidup sendiri
gw cuma pengen bilang ama lu
hidup tu indah to
ketika lu bisa saling berbagi kepada orang lain
ketika lu bisa menajdi orang yang peduli satu sama lain
ketika lu mau bersosialisasi dengan yang lain



-rita meninggal karena kanker otak ganas stadium lanjut-

anto terpaku melihat apa yang baru saja ia lihat
kini semuanya seolah bergeming di kepala anto
tentang apa yang telah rita lakukan
dan apa yang telah rita katakan
untuk terakhir kalinya pada anto

gw cuma mau lu buat ngeliat semuanya dari prespektif yang berbeda
waktu tu sangat berharga to
lu harus bersyukur, lu ga tahu masa depan lu
lu masih bisa berkarya banyak untuk mewarnai masa depan lu nanti
jangan menjadi orang yang menyesal di hari nanti, karena ternyata nanti waktu yang lu punya udah abis

anto menyadari akan sesautu, sesuatu yang pernah terucap . . .


Anto mengambil rokoknya yang terjatuh, menyulutnya, menghisapnya
di atas pipinya, pipi sebelah kanan nya, tertetes air mata
yang anto sendiri tak mengerti mengapa
ia menghembuskan asap rokok yang telah ia hisap
meningalkan papan pengumuman itu, perlahan menjauh, semakin jauh, dan hilang dari pandangan

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan kommentar ;D

My photo
Ketika renungan berkolaborasi dengan kata...