Rintikan air hujan tanpa di awali oleh teriakan sang langit
perlahan membahasi bumi
menurunkan suhu, dan memecahkan kemonotonan berlin sejenak
Di setiap tetesnya, tersembunyi mistery rezeki illahi. yang sengaja diturunkannya untuk kita
Di bawah tetesan hujan payung payung menari, melaju dan memutar
Genangan genangan air menghiasi jalanan, berkubang, dan menciptakan cermin semu
tetes Hujan turun perlahan seolah menutupi tangis dan teriakan kesedihan manusia
mengkaburkan kegalauan mereka
menutupi masa lalu mereka
hujan membuat mereka terpaku untuk melihat tetes itu. perlahan jatuh, dan membasahi bumi
seolah kelam kelabu menyelimuti hati, tapi senyum kan terus menanti sang pelangi nanti, mungkin di dini hari, atau siang esok hari
mereka akan menyukai kesan setelah hujan nanti, menghapuskan bau sengit di hari2 lampau
menghapus bau kenangan2 pahit
seolah menyediakan lembaran baru, di basahi, di bersihkan oleh hujan itu
dan hujan akan selalu membawa sebuah misteri
kini ataupun nanti
dan selalu ketika hujan turun, cerah menanti

No comments:
Post a Comment