Wednesday, October 19, 2011

Teriakan sang khayal


dimana langit tak berawan, lembah tak berangin, air tak mengalir.
diantara api dan air, langit dan bumi, malaikat dan setan.
ketika bumi berputar pada porosnya, berotasi pada orbitnya.
di sebuah ruangan pendulum berayun, seiring dirinya terbangun

Rintik hujan perlahan ,mengetuk jendela, memanggil tuk ditengok. Rerumputan menghijau lembab, nyanyian amphibi berpadu irama rintik hujan, membuat nada tersendiri, iringi gelap mendung sore hari. Di ruangan itu sunyi, sepi, hanya ada hembusan nafasnya dan juga degupan jantungnya sendiri. Andaikan malaikat penjemput nyawa datang menjenguknya, itu akan lebih baik daripada ia di tinggal sendiri, dalam kesunyian yang nyaris abadi

Hitungan hari harus ia lalui, hanya untuk menunggu sesuatu yang tak pasti, dan ia selalu menyesali, kenapa harus di sini, karena yang paling ia takuti, sendiri, tanpa ada yag menemani. Ketika kita sendiri, apapun bisa terjadi, tak terkecuali di tempat terbuka atau tertutup, tak bergantung pada matahari atau rembulan, tak peduli sunyi atau ramai, apapun, ketika kita sendiri, semuanya dapat terjadi.

Otak, adalah kekuatan yang terbesar melebihi panca indra, otak dapat menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada,bahkan ia memungkinkan untuk melakukan yang sebaliknya. Yang ia takuti bukanlah khayalan biasa belaka, yang ia takuti ialah bila, khayalannya nanti menjadi kenyataan, bahkan khayalan yang kemungkinan untuk terjadi nya sangat kecil bisa saja terjadi. Ya, yang ia takuti ialah khayalannya yang selama ini menjadi kenyataan, dan bukan hanya sekali. Ini yang membuat nya yakin ia tak boleh berhayal, dan terutama ia tak boleh sendiri di suatu tempat, atau ia akan berkhayal tentang sesuatu yang kemungkinan kecil akan terjadi nantinya, yang sebenarnya mungkin saja terjadi, sangat mungkin terjadi

Tapi, sekuat apapun ia bergerak ke sana sini, sekeras apapun ia berteriak, menjerit, sederas apapun ia menangis, untuk sementara ini ia hanya akan sendiri, dan lambat laun, ia akan bermain dengan khayalannya sendiri, yang mungkin, nanti akan benar2 terjadi

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan kommentar ;D

My photo
Ketika renungan berkolaborasi dengan kata...