Thursday, October 20, 2011

surat di dalam botol


bila ku beri tahu kamu, mati lah aku
tapi bila kamu tidak tahu, mati jugalah aku

bila bukan karena si ujang, tak perlu repot2 ku gelisah menghawatirkan hatimu. bukannya aku tak sebaik dulu lagi atau sesantai dulu, cuma si ujang udah kaya bagong kesurupan pengen nyeruduk kau. bukannya aku tidak sabar, aku hanya tak ingin hatikau tiba2 berbalik begitu saja dari diriku. aku ni bagai telur di atas tanduk, tak bisa apa2, mundur maju tak bisa, itula aku, aku berpikir kalau ku diam seperti ini saja kau kan pergi berpihak pada ujang. salahmu yang pergi ke bandung, sedangkan ku sendiri di sini, di medan. kalau ku minta hatimu, belum berbuah lah itu pohon yang ku tanam di dirimu, tapi kalau ku diam mungkin pohon itu kan ambruk nanti di sruduk si ujang.

ku mundur bukan berarti ku menyerah

jadi maafkanlah ku yang mungkin terkesan menyerah terhadap ujang, lagipula ku tak ada apa2 dari ujang, apa2 dia bisa. tapi lihat nanti, aku bukan orang yang hanya ingin diam melihatmu bersama ujang. walau pohonku tak tumbuh dalam hatimu dan tak berbuah, tapi ku kan menjadi pohon kuat itu dan tumbuh menjadi pohon yang kuat. kau lihat lah nanti, kau sabar saja di sana bersama ujang. sekarang si jangan berharap, tapi yak beginilah adanya. biarkan ku tanpa mu dan ujang untuk beberapa saat, dan kau kan lihat nanti, pohon yang kutanam sendiri

mungkin bulanan, atau tahunan, waktu untuk pohon itu untuk tumbuh
tapi untuk sesuatu yang  pantas untuk di nantikan
kan ku usahakan itu, dan menunggu
selama hayat
selama sehat

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan kommentar ;D

My photo
Ketika renungan berkolaborasi dengan kata...