Friday, November 4, 2011

Perpisahan yang tak terucap

Soekarno hatta

Ranti bergegas meloncat dari mobilnya, ia berlari menelusuri gedung bandara soekarno hata yang besar itu. Di lalui olehnya gerbang A, A1, A2, A3. Ia makin mempercepat larinya ketika ia tahu banyak sekali gerbang yang harus ia lewati, hanya untuk mencapai gerbang bertulisan D2. Nafasnya sudah terengah2, tidak teratur,tapi larinya tidak ia pelankan, hanya untuk bertanya 1 kata, mengapa? mengapa Aldo!?


Beberapa puluh meter dari sana, aldo berpisah dengan keluarganya, berpelukan dan saling mengucapkan salam perpisaahan. sedikit yang mengantarnya, dan sepertinya, ia memang tidak memberitahu kan banyak orang tentang kepergiannya, bahkan Rita pun tidak akan mengejar Aldo kalau tidak di beri tahu oleh Bontang, teman baik anto yang kebetulan keceplosan dengan mengatakan kalau Aldo akan pergi studi di Jerman

2 jam yang lalu . . .

'Bontang! Bontang! Bontang!' seru Rita kesal, kaget, dan juga bingung
'Aduh Raaaan, sory, Aldo sendiri yang bilang kallau kau ga boleh tahu'
'Banyak yang masih tanda tanya Bon! dan sekarang Lu baru bilang! Maaaah, pinjem mobil!!' teriak rita kepada ibunya ketika berbicara dengan Bontang di telepon
'Ah Ran, gila lu! jangan kau kejar si Aldo! bisa kena sambet aku nanti!'
'Bodo! gw mau kejar Aldo sekarang!'
'Ran, Aldo ga ngasih tahu kau karena ada sesuatu yang Aldo ga mau kau untuk tahu'
'Gw ga mau penjelasan dari lu Bon, dan gw ga mau dengerin lu kalo gua lu suruh diem di rumah'
'Dan ini lebih baik untuk kau ran! lebih untuk kau kalau kau tak tahu!, Aldo kan udah mengakhiri semuanya, antara kau dan Aldo!'
'Ngga buat gua bon!'
'Ran! kau tak tahu apa2, kau tu . . '
Ranti menutup teleponnya, mematikan hp nya. dan bergegas mengendarai mobil ibu nya ke bandara Soekarno hatta


Sekarang


'ALDO!' teriak Ranti yang terengah2 mengambil nafas, setelah berlari sekian jauhnya
'Ran!?, Tahu dari mana kamu aku ada di sini?'
'Ga penting do! kamu kenapa tiba2 pergi!? kenapa ga ngasih tau aku!?'
'Kamu ga perlu tahu Ran!'
'Do! . . .' Ranti memandang Aldo dengan muka yang penuh tanda tanya, sedih, ingin penjelasan 'kasih tahu aku Do!' air matanya mengalir, perlahan, dan semakin deras
'Kamu ga usah tahu Ran' ucap anto perlahan
'Do! Aku sayang sama kamu . .' ucap ranti terisak2
Aldo mendekati ranti, memeluknya dan berkata 'Aku tahu, selamat tinggal Ran . .'

'Kenapa Do, kenapaaa . . .' Aldo semakin lama semakin menjauh, perlahan ia berjalan tapi Ranti tak sanggup untuk mengejarnya 'Aldo, . .. aldo, . .. aldo'. dalam isakan tangisnya, Ranti mengulang terus nama aldo, hingga aldo benar2 menghilang dari pandangannya, dari pandangan mereka yang mengantar aldo. dan Ranti, tak akan pernah tahu apa yang belum pernah ia katakan kepadanya, hingga Aldo menghilang dari pandangannya


Di dalam pesawat, di atas Selat sunda, ando memandang keluar, berusaha meyakinkan dirinya kalau ini adalah yang terbaik di antara dirinya dan Ranti, Aldo pergi dari kehidupan Ranti, dan ranti tak tahu apa2. Tak perlu alasan, pikir aldo. Tak perlu perpisahan. yang perlu ialah ia menghilang, dari Ranti, bukan karena keinginannya, melainkan situasi dan kondisi

Dan kejadian itu terjadi jauh, jauh sebelum Anto bertemu dengan Mila

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan kommentar ;D

My photo
Ketika renungan berkolaborasi dengan kata...