Thursday, May 24, 2012

sang pengharap rembulan

sang rembulan terlihat lebih indah malam itu
seolah lebih bersinar, seolah lebih dekat
menghias langit yang gelap nan gulita
dan sang makhluk siang yang hendak tertidur terpesona, tercengang. oleh keindahan rembulan di malam itu
tapi seperti mendirikan benang basah, ia berharap tuk membawa rembulan itu kedalam siang nya
menemani di hari nya, di siang harinya
tapi rembulan tak mungkin bertemu mentari, sebuah inspirasi yang telah lama di bentuk oleh si makhluk siang selama ribuan tahun lamanya
dan sang makhluk siang tak mungkin membuang mentari itu begitu saja
sama halnya seperti lama sang mentari tuk terbuat dari inspirasi si makhluk malam, ribuan tahun pula mentari dapat sirna
tapi begitu ingin sang makhluk siang membawa rembulan kedalam siang nya
ia tak peduli berapa lama mentari harus hilang dengan melupakannya
ber ratus ratus tahun, ber ratus ratus abad2 ?
ia secara nekat mulai mengabaikannya, mulai mengacuhkannya
secara sadar sang makhluk mengetahui apa yang ia lakukan
ia beranggapan, bila ia ingin mendapatkan sesuatu, maka ada sesuatu pula yang ia harus relakan tuk kehilangan
tapi yang ia tak waspada akannya ialah, ada kemungkinan untuk kehilangan semuanya, tanpa mendapat apa2
begitulah sang makhluk siang menginginkan sebuah sosok rembulan, dan berusaha melupakan inspirasinya, melupakan pemikirannya, melupakan prinsipnya, melupakan jati dirinya

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan kommentar ;D

My photo
Ketika renungan berkolaborasi dengan kata...