ia menatap sekeliling rumahnya, merasakan hawa udara di sore hari, merasakan keheningan sejenak di sana
d isebuah kota kecil, jauh dari perkotaan yang ramai, dimana tempat ia di besarkan, tempat dimana ia memulai segalanya
di sana, di kota kecil itu ialah tempat tinggalnya, kampung halamannya, tempat bermainnya
tempat ia tersenyum, menangis, tertawa, marah
kini ia terduduk di depan terasnya, menikmati keadaan sekitar, mengingat keadaan itu baik2
berharap untuk tidak pernah kembali ke sana lagi
dan ia akan berjanji, tak akan kembali
tak akan kembali
tak akan
tidak
hingga suatu saat nanti
suatu saat nanti
saat nanti
dan nanti
karena . . .
ia akan pergi
jauh dari sana
lebih jauh dari perkotaan itu sendiri
lebih jauh dari tempat terjauh yang ia pernah kunjungi
ia langkahkan kakinya menuju mobil yang akan mengantarnya
ia langkahkan kakinya sengan sekuat tenaga, yang berat ingin tuk tetap di sana
langkahnya. . . memulai kehidupan barunya
langkahnya meninggalkan masa kanak2nya
langkahnya membuat semua yang ia lihat, rasakan sekarang, sebagai sebuah memori di hari nantinya
ia melihat ke belakang, melihat sesuatu yang nantinya akan menjadi memori, melihat tempat asalnya, melihat tuk terakhir kalinya
sebuah awal yang tenang
sebuah awal yang sunyi
sebuah awal yang bisu

No comments:
Post a Comment